Tampilkan postingan dengan label Sejarah Silat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah Silat. Tampilkan semua postingan

06/08/17

Sejarah pencak silat & segala jenis beladiri indonesia

Unknown




sejarah silat di indonesia menurut pengetahuan


Sejarah dan perkembangannya [Pencak Silat]] sebagai bagian dari kebudayaan bangsa Indonesia, berkembang sejalan dengan sejarah masyarakat Indonesia. Dengan aneka
ragam situasi geografis dan etnologis serta perkembangan zaman yang dialami oleh bangsa Indonesia, Pencak Silat dibentuk oleh situasi dan kondisinya. Kini Pencak Silat kita kenal dengan wujud dan corak yang beraneka ragam, namun mempunyai aspek-aspek yang sama. Pencak Silat merupakan unsur-unsur kepribadian bangsa Indonesia yang dimiliki dari hasil budi daya yang turun temurun. Sampai saat ini belum ada naskah atau himmpunan mengenai sejarah pembelaan diri bangsa Indonesia yang disusun secara alamiah dan dapat dipertanggung jawabkan serta menjadi sumber bagi pengembangan yang lebih teratur. Hanya secara turun temurun dan bersifat pribadi atau kelompok latar belakang dan sejarah pembelaan diri inti dituturkan. Sifat-sifat ketertutupan karena dibentuk oleh zaman penjajahan di masa lalu merupakan hambatan pengembangan di mana kini kita yang menuntut keterbukaan dan pemassalan yang lebih luas.

A. Perkembangan pada zaman sebelum penjajahan Belanda

Nenek moyang kita telah mempunyai peradaban yang tinggi, sehingga dapat berkembang menjadi rumpun bangsa yang maju. Daerah-daerah dan pulau-pulau yang dihuni berkembnag menjadi masyarakat dengan tata pemerintahan dan kehidupan yang teratur. Tata pembelaan diri di zaman tersebut  yang terutama didasarkan kepada kemampuan pribadi yang tinggi, merupakan dasar dari sistem pembelaan diri, baik dalam menghadapi perjuangan hidup maupun dalam pembelaan berkelompok. Para ahli pembelaan diri dan pendekar mendapat tempat yang tinggi di masyarakat. Begitu pula para empu yang membuat senjata pribadi yang ampuh seperti keris, tombak dan senjata khusus. Pasukan yang kuat di zaman Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit serta kerajaan lainnya di masa itu terdiri dari prajurit-prajurit yang mempunyai keterampilan pembelaan diri individual yang tinggi. Pemukupan jiwa keprajuritan dan kesatriaan selalu diberikan untuk mencapai keunggulan dalam ilmu pembelaan diri. Untuk menjadi prajurit atau pendekar diperulan syarat-syarat dan latihan yang mendalam di bawah bimbingan seorang guru. Pada masa perkembangan agama Islam ilmu pembelaan diri dipupuk bersama ajaran kerohanian. Sehingga basis- basis agama Islam terkenal dengan ketinggian ilmu bela dirinya. Jelaslah, bahwa sejak zaman sebelum penjajahan Belanda kita telah mempunyai sistem pembelaan diri yang sesuai dengan sifat dan pembawaan bangsa Indonesia.

B. Perkembangan Pencak Silat pada zaman penjajahan Belanda

Suatu pemerintahan asing yang berkuasa di suatu negeri jarang sekali memberi perhatian kepada pandangan hidup bangsa yang diperintah. Pemerintah Belandan tidak memberi kesempatan perkembangan Pencak Silat atau pembelaan diri Nasional, karena dipandang berbahaya terhadap kelangsungan penjajahannya. Larangan berlatih bela diri diadakan bahkan larangan untuk berkumpul dan berkelompok. Sehingga perkembangan kehidupan Pencak Silat atau pembelaan diri bangsa Indonesia yang dulu berakar kuat menjadi kehilangan pijakan kehidupannya. Hanya dengan sembunyi sembunyi dan oleh kelompok-kelompok kecil Pencak Silat dipertahankan. Kesempatan-kesempatan yang dijinkan hanyalah berupa pengembangan seni atau kesenian semata-mata masih digunakan di beberapa daerah, yang menjurus pada suatu pertunjukan atau upacara saja. Hakekat jiwa dan semangat pembelaan diri tidak sepenuhnya dapat berkembang. Pengaruh dari penekanan di zaman penjajahan Belanda ini banyak mewarnai perkembangan Pencak Silat untuk masa sesudahnya.

C. Perkembangan Pencak Silat pada pendudukan Jepang

Politik Jepang terhadap bangsa yang diduduki berlainan dengan politik Belanda. Terhadap Pencak Silat sebagai ilmu Nasional didorong dan dikembangkan untuk kepentingan Jepang sendiri, dengan mengobarkan semangat pertahanan menghadapi sekutu. Di mana-mana atas anjuran Shimitsu diadakan pemusatan tenaga aliran Pencak Silat. Di seluruh Jawa serentak didirkan gerakan Pencak Silat yang diatur oleh Pemerintah. Di Jakarta pada waktu itu telah diciptakan oleh para pembina Pencak Silat suatu olarhaga berdasarkan Pencak Silat, yang diusulkan untuk dipakai sebagai gerakan olahraga pada tiap-tiap pagi di sekolah-sekolah. Usul itu ditolak oleh Shimitsu karena khawatir akan mendesak Taysho, Jepang. Sekalipun Jepang memberikan kesempatan kepada kita untuk menghidupkan unsur-unsur warisan kebesaran bangsa kita, tujuannya adalah untuk mempergunakan semangat yang diduga akan berkobar lagi demi kepentingan Jepang sendiri bukan untuk kepentingan Nasional kita. Namun kita akui, ada juga keuntungan yang kita peroleh dari zaman itu. Kita mulai insaf lagi akan keharusan mengembalikan ilmu Pencak Silat pada tempat yang semula didudukinya dalam masyarakat kita.

D. Perkembangan Pencak Silat pada Zaman Kemerdekaan

Walaupun di masa penjajahan Belanda Pencak Silat tidak diberikan tempat untuk berkembang, tetapi masih banyak para pemuda yang mempelajari dan mendalami melalui guru-guru Pencak Silat, atau secara turun-temurun di lingkungan keluarga. Jiwa dan semangat kebangkitan nasional semenjak Budi Utomo didirikan mencari unsur-unsur warisan budaya yang dapat dikembangkan sebagai identitas Nasional. Melalui Panitia Persiapan Persatuan Pencak Silat Indonesia maka pada tanggal 18 Mei 1948 di Surakarta terbentuklah IPSI yang diketuai oleh Mr. Wongsonegoro.

05/08/17

Silat Gombel Betawi

Unknown



Makam Mbah Bongkot


Menyibak perguruan silat Gombel Betawi (Bagian-1)

Pada awalnya adalah silat yang hanya diperuntukkan bagi keluarga besar bapak tua konsen sebagai salah seorang pencetusnya, Perguruan Silat Mutiara Betawi sebelum didirikan oleh jawara ciracas betawi akhirnya di tahun 1978 dibuka bagi umum hingga kini. Namun uniknya, dalam dunia persilatan betawi, silat mutiara betawi lebih dikenal dengan nama silat Gombel. Berikut laporannya. Perguruan silat mutiara betawi atau silat Gombel ini jika ditarik dari garis guru besar utama, memang tidak akan mendapatkan sebuah ujung. Artinya tidak ada data yang jelas, siapa sosok yang pertama kali menciptakan atau memainkan silat ini. Namun berdasarkan kabar dari mulut kemulut para jawara betawi, silat ini pertama kali diketahui dimainkan oleh seorang jawara betawi asal ciracas jakarta timur, yakni baba tua koncan. 

Akan tetapi itu bukanlah satu-satunya hipotesis awal tentang asal usul silat ini. Karena ada beberapa pihak juga yang menyebutkan bahwa silat mutiara betawi atau silat Gombel ini diciptakan oleh seorang jawara betawi yang pertama kali melakukan babat alas di wilayah ciracas, yang bernama baba tua kotong kopi.  Dari kedua jawara ini, lantas silat Gombel diturunkan kepada para muridnya, mulai kepada bapak tua cengkrong. Kemudian ke bapak tua bongkot atau yang lebih dikenal dengan nama mbah bongkot, selanjutnya ke mandor jiung atau yang dikenal dengan nama kong jiung di tahun 1822 sebelum akhirnya dia menjadi centeng saat pembangunan gudang air di jakarta timur. Kong jiung kemudian menurunkan silat Gombel ini kepada bapak tua ali, hal tersebut terus di lakukan turun temurun, mulai dari baba takrim, baba nasir, hingga terakhir saat diturunkan kepada usna, selaku guru besar di perguruan silat mutiara betawi atau silat Gombel saat ini. 

Bapak tua ali sendiri merupakan buyut dari usna, sedangkan bapak tua kotong kopi adalah buyut dari bapak tua ali. Saat itu keberadaan silat Gombel ini hanyalah diperuntuhkan bagi keluarga besar sang guru sendiri, tidak untuk diajarkan kepada publik secara umum. Barulah pada tahun 1978, di bawah naungan guru besar baba nasir, silat Gombel membuka perguruan silat mutiara betawi ini, yang keberadaannya diperuntukkan untuk umum, dan hal tersebut berkembang hingga saat ini. Namun hal tersebut tidak lantas membuat semua pihak setuju untuk mengajarkan silat Gombel kepada siapa saja yang ingin mendalaminya, seperti saat baba nasir menurunkan silat Gombel kepada anaknya, baba hasan. Sosok baba hasan ini masih memegang teguh anggapan yang mengatakan bahwa silat Gombel hanya boleh diturunkan kepada pihak keluarga, bukan kepada pihak lain. Sehingga saat ini, di perguruan silat mutiara betawi atau silat Gombel memiliki dua aliran. 

Dua aliran yakni silat Gombel tali dibawah pimpinan guru besar usna dari guru baba tua ali yang berpusat di jalan raya poncol, gang percetakan ciracas jakarta timur, dan Gombel akal jati di bawah pimpinan baba hasan dari guru baba nasir. Keberadaan silat Gombel diketahui terus mengalami perkembangan sejak pertama kali diturunkan oleh guru besar masing-masing aliran silat Gombel, baik itu oleh baba tua koncan maupun oleh baba tua kotong kopi.  Sebelum tahun 1978, silat Gombel diketahui hanya dimainkan dengan langkah serta kotek, yang artinya mengandalkan kecepatan tangan, berupa sambut tangan. Silat Gombel saat itu tidak mengandalkan keberadaan jurus, karena silat Gombel memang hanya diperuntukan untuk bela diri jarak dekat. Hal ini kemudian berubah setelah tahun 1978, tepatnya sejak baba tua ali menurunkan silat Gombel kepada murid-muridnya, khususnya kepada guru besar perguruan silat mutiara betawi, usna. Uniknya, hal tersebut tidak didapat oleh para murid lainnya. Sehingga saat ini terjadi sebuah perdebatan di antara dua golongan murid ini, terkait mana Silat Gombel yang benar. Kalau yang saya ajarkan di mutiara betawi ini, memang silat Gombelnya memiliki jurus, dan itu hanya saya sendiri yang diajarkan oleh baba tua ali, untuk yang lain tidak. Jadi sampai sekarang juga masing sering selisih faham, antara mana silat Gombel yang benar. Tetapi buat saya, intinya jangan sampai silat Gombel ini punah saja, ungkap usna, gubes perguruan silat mutiara betawi. Untuk membuka perguruan silat mutiara betawi atau silat Gombel yang diperuntukkan untuk umum ini, usna mengaku telah mendapat banyak tekanan dari orang-orang yang masih beranggapan bahwa silat Gombel ini adalah silat keluarga. (Bersambung)